Pada tahun 2005-an, masyarakat Indonesia digegerkan dengan rencana pemerintah untuk mengadakan ATM kondom di sejumlah daerah. Tidak sedikit kalangan masyarakat yang menentang ide ini. Namun, pada akhirnya ide ini direalisasikan juga. Bahkan di Jakarta sendiri tercatat ada 7 ATM kondom (Detik.com Rabu, 14/12/2005).
Pemerintah berdalih bahwa tujuan dari didirikannya ATM kondom ini adalah untuk menghambat penyebaran virus HIV AIDS sekaligus juga untuk menghambat laju pertumbuhan penduduk yang tinggi. Hingga akhir September 2005 Indonesia sudah memiliki 8.251 kasus HIV/AIDS, terdiri dari 4.065 kasus HIV dan 4.186 kasus AIDS. (Cybermed.cbn.com, 4/12/2005). Salah satu cara penyebaran yang paling sering terjadi dari virus ini adalah hubungan seks.
Dampak
Dengan adanya ATM kondom, tidak hanya penjaja seks atau pasangan suami istri saja yang dapat dengan mudah mendapatkan kondom. Namun juga pemuda bahkan anak-anak. Hanya dengan memasukkan 3 koin Rp. 500,- seseorang dapat mendapatkan 3 buah kondom. Sangat mudah bukan? Layaknya menggunakan telepon umum saja.
Salah satu alasan seseorang tidak melakukan hubungan seks di luar nikah adalah takut hamil. Dengan akses yang mudah tersebut, logikanya pemuda bahkan mungkin anak-anak akan terdorong untuk melakukan hubungan seks dengan menggunakan kondom tersebut, karena resiko hamil dapat dikurangi. Seperti kata Bang Napi, alasan mengapa seseorang melakukan perbuatan kejahatan (dan dosa pada umumnya) adalah adanya niat dan kesempatan. ATM kondom memberikan kesempatan yang luas bagi pemuda untuk melakukan hubungan seks dengan resiko hamil yang rendah.
Akar Permasalahan
dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. (QS. Al Mu’minuun 5-7)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa seseorang yang tidak menjaga kemaluannya, kecuali pada istri dan budaknya* (pada saat sekarang tidak ada perbudakan) adalah orang yang melampaui batas. Bagaimanakah nasib seseorang yang melampaui batas? Ia akan mendapatkan azab di akhirat, bahkan boleh jadi di dunia juga. Artinya, sangat boleh jadi mewabahnya HIV AIDS merupakan bentuk azab Alloh SWT kepada kaum-kaum yang melampaui batas tadi, seperti juga pada kaum Luth (bangsa Sodom) yang ditenggelamkan oleh Alloh SWT ke dalam perut bumi.
Kalaupun sekiranya memang kondom dapat menangkal penyebaran virus HIV AIDS, sangat boleh jadi Alloh SWT mengirimkan azab dalam bentuk yang lain, misalnya gempa bumi, tsunami, banjir, atau wabah penyakit baru yang sekarang belum ada. Bukankah AIDS adalah penyakit baru abad 20? Dan bukankah selain AIDS juga masih banyak penyakit lain yang ditimbulkan melalui seks bebas?
Dari kacamata ilmu pengetahuan, sebagian pakar kedokteran masih meragukan efektivitas kondom dalam mencegah HIV/AIDS. Alasannya, pori-pori karet lateks yang menjadi bahan pembuatan kondom adalah 0,003 mm, sedangkan ukuran virus AIDS adalah 0,000001 mm. Artinya, virus akan dengan mudah masuk melalui celah pori-pori kondom, apalagi dengan disertai tekanan (http://ranjangislam.wordpress.com/2008/08/02/atm-kondom-kemenangan-kaum-free-seks/).
Oleh karena itu, solusi yang seharusnya ditawarkan adalah membentengi diri dari perbuatan zina dan hal-hal yang mendekatkan kita kea arah sana. Nilai-nilai agama harus lebih kuat lagi ditanamkan, mulai di dalam rumah, di sekolah maupun masyarakat. Semua pihak harus ikut serta. Orangtua harus lebih peduli terhadap kebutuhan anaknya. Seorang anak harus diberikan gambaran tentang betapa mengerikannya hukuman yang harus ditanggung dari perbuatan zina. Islam mensyariatkan hukuman cambuk 100 kali bagi pezina yang masih lajang dan rajam sampai mati bagi pezina yang telah menikah. Jika di dunia saja sebegitu keras hukuman bagi para pezina, apalagi di akhirat?
Kaum muda harus juga diperkenalkan dengan figur-figur teladan seperti Nabi Yusuf AS yang menjaga kehormatannya, padahal dipaksa untuk berzina dengan Zulaikha, perempuan yang cantik, berkedudukan tinggi dan Nabi Yusuf AS mempunyai perasaan suka terhadapnya. Atas keshalehannya ini, Nabi Yusuf AS diangkat derajatnya oleh Alloh SWT menjadi menteri dan bahkan kemudian bisa menikahi Zulaikha, mantan majikannya tersebut. Motivasi inilah seharusnya yang secara rutin ditanamkan oleh orangtua, guru, dan pemuka masyarakat kepada generasi muda.
*ayat tersebut tidak kemudian dapat diartikan bahwa islam membenarkan perbudakan, bahkan islam adalah agama yang membebaskan manusia dari perbudakan. Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu: Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam. beliau bersabda: Barang siapa memerdekakan seorang budak mukmin, maka Allah akan membebaskan setiap anggota tubuhnya dari neraka dengan setiap anggota tubuh budak itu. (Shahih Muslim No.2775)
DIarsipkan di bawah: Islami, Umum | Ditandai: AIDS, atm kondom, moral islam, seks bebas, zina